Jumat, 18 Januari 2013

Peralatan Melukis dengan Cat Minyak

Hai hai.. kali ini berhubung saya sedang ada tugas untuk ujian praktek seni rupa melukis dengan cat minyak, kita sedikit-sedikit akan membahasnya. Walaupun di sini saya juga lagi belajar, nggak ada salahnya kan kita belajar bersama?

Sebenarnya, untuk dapat belajar melukis kita memang perlu merogoh kocek yang dalam. Contoh alat-alat melukis seperti gambar di atas. Gambar itupun alat-alatnya tergolong murah lho teman-teman (ya karena saya yang beli). Pisau lukisnya saja bukan yang asli. Jadi, intinya kita harus pintar-pintar memilih dan memanfaatkan barang tsb.
Ayo kita urai satu-satu ya...

1. Kuas

Pasti teman-teman sudah tau dong alat lukis yang satu ini? Kuas merupakan alat lukis wajib punya, ya kalau tidak dengan kuas, dengan apa lagi dong ya?
Kuas di sini bermacam-macam ada yang besar, kecil, sangat kecil, ujung runcing, ujung rata, ujung seperti kipas dan lain-lain. Menurut saya kuas yang cocok untuk background itu kuas yang besar dengan bulu tebal seperti gambar pertama di atas, karena kalau kuas kecil memakan waktu lama & warnanya jadi terlalu pekat.
Kalau kuas besar kita bisa sesuaikan jadi warna kalem.


Kuas ujung runcing nan langsing paling pas untuk menggambar pohon, khususnya untuk ranting. Kuas ini cocok untuk melukis objek yang jauh atau kecil.

2. Palet
Hah palet? yang untuk memelet cewe itu? Eitt.. itu pelet teman-teman. Beda lagi kasusnya. Alat ini sangat penting lho dalam melukis, apalagi cat minyak. Karena kalau tidak pakai pelet eh palet susah dong, mau ditaruh dimana coba catnya? Di kertas? O tidak bisa... karena cat minyak, namanya saja ada minyaknya cat ini bisa tembus layaknya minyak jika di taruh di kertas.
Memang sih, palet susah dicari ditoko-toko kecuali toko lukis / galeri. Umumnya susah, seperti saya sudah muter-muter cari palet nggak ketemu, maklum kota kecil. Nah, atas ide mama saya jadilah palet-paletan :
Iih... apaan ya itu? Itu perwujudan dari alas LJK untuk ujian itu. Kereatip kan teman? Sebenarnya memang palet besilah yang paling oke tapi apa boleh buat karena tidak berjumpa dengan palet asli, palet palsupun jadi.
Wajib dicoba! Hahaha

3. Pisau Palet



Nah, yang satu ini teman-teman yang baru belajar seni lukis pasti bingung. Kok melukis ada pisaunya segala ya? Emangnya mau masak apa? Bukan bukan! Pisau ini khusus untuk meratakan cat seperti gambar (kanan) di atas ya. Biasanya untuk membuat gunung es nah kita ratakan es di gunungnya dengan pisau. Nah, kali ini saya juga tidak bertemu dengan pisau palet asli maka saya gunakan pisau-pisauan seperti gambar pertama di atas. Seperti alat adukan semen itu yah?

4. Kanvas

Masih menjadi alat paling penting, kanvas ini cocok untuk melukis cat minyak. Karena sifat kanvas -dari kain- yang tidak menyerap minyak. Kalau kertas -sudah saya praktekkan- nanti jadi tembus & hasilnya tidak maksimal. Kanvas yang bagus itu biasanya mahal. Eh , kualitas kanvas perlu dipertimbangkan lho. Karena kanvasnya jelek hasilnya juga biasanya jelek.

5. Cat Minyak


Secara umum, warna yang dibutuhkan untuk melukis adalah warna primer, sekunder, tersier, serta hitam dan putih. Warna Primer : warna pokok yang berdiri sendiri, bukan hasil campuran, yaitu biru,merah, dan kuning.
Warna Sekunder : Yaitu warna hasil campuran dua macam warna primer, contoh: jingga ( kuning + merah ) hijau ( biru + kuning ) Violet ( biru + merah ). Warna Tertier : adalah warna hasil campuran tiga warna ( bisa campuran primer / sekunder ). Tetapi, kalau teman-teman merasa repot mikir cara mencampur warna lebih baik beli cat minyak dengan warna lengkap ya. Cat minyak berbeda lho dengan cat air, ya kelihatan dari namanya. Kalau cat air itu tidak pas dicampur dengan minyak, harusnya dengan air (yaiyalah).


6. Minyak Cat / Pengencer


Minyak cat gunanya untuk mengencerkan cat minyak itu sendiri. Tadinya saya juga bingung kenapa harus dicampur minyak padahal cat nya kan sudah cat 'minyak' ? Ya mungkin saja agar lebih encer dan tidak kaku dan lebih mudah tercampur. Walaupun cat minyaknya itu sendiri sudah mengandung minyak tapi sebaiknya kita tetap menggunakan minyak ini.

7. Standing / Easel
Kalau teman-teman nggak punya juga nggak papa kok, asal kanvas bisa berdiri dan tidak goyang . Karena memang fungsi alat ini agar kanvas tegak dan tidak goyang.


8. Thinner / minyak tanah
Bingung, setelah melukis? Susah mencuci kuas dengan air? Caranya mudah kok, cuci minyak dengan minyak. kan negatif (-) dan negatif (-) jadi positif! Eh, ya pokoknya kalau dicuci dengan air nggak akan tuntas catnya. Cara lain yaitu dengan Thinner.

1 komentar:

  1. Melukis yg gelepotan atau yg hanya coret corat sana sini sampai yg bukan obyekpun kecipratan itu pakai cat apa? Dan klu terjual kok mahal ya itu gmn caranya? (salampathokan.blogspot.com)

    BalasHapus